CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 08 April 2013


Si Kecil Suka Ngompol, Ini Cara Mengatasinya


REPUBLIKA.CO.ID,  Pada usia lima tahun, anak seharusnya sudah bisa mengatur panggilan alaminya untuk ke toilet. Andai ia masih kesulitan dengan urusan buang air kecil, segeralah beri bantuan. Jika tidak diatasi, bukan cuma pengasuh yang akan kerepotan, anak juga bisa merasakan dampak negatif dari ketidakmampuannya mengontrol desakan untuk pipis.
Psikolog Sani B Hermawan menjelaskan, idealnya setelah usia lima tahun anak harus berhenti mengompol. Sebab, pada usia lebih dari 18 bulan saja anak sudah mulai bisa diajak untuk beralih dari popok ke toilet. Ketika itu, otot-otot kandung kemihnya sudah lebih matang.
Pada usia tersebut, anak umumnya juga bisa memahami perintah sederhana. Dia pun mampu menahan kemih selama dua sampai tiga jam. Amati saja siklus pipisnya. Sediakan potty chair yang nyaman dan menarik. Lalu, dengan cara yang menyenangkan, ajak anak berkemih.
Bagaimana dengan anak yang lebih besar namun masih suka mengompol? ”Penyebabnya beragam, termasuk pola asuh orang tua yang salah dan orang tua tidak konsisten,” paparnya.
Selain itu, anak tidak menjalankan konsekuensi atau hukuman yang diberikan orang tua ketika ia mengompol. “Ini karena anak malas, tidak mau mematuhi peraturan,” tambahnya. Tak hanya itu, anak yang terlalu capai pada siang hari juga bisa memicu ia mengompol pada malam harinya. “Ini karena aktivitasnya memacu gerakan peristaltiknya,” ujarnya.
Penyebab lain, bisa karena anak terlalu banyak mengonsumsi soda. Tetapi, anak mengompol, menurut Sani, juga bisa karena ada kelainan organ dalam anak. “Coba amati mana penyebab yang paling sesuai dengan kondisi anak dan berikan bantuan yang tepat.”
Bagaimana anak yang suka mengompol pada siang hari? Anak membasahi celananya pada siang hari biasanya karena ia menahan pipis. Kemungkinan besar dia malas, takut, atau sedang asyik bermain. Konsistensi peng asuh dibutuhkan agar anak tidak melulu mengandalkan popok.
Lalu, bagaimana cara mengatasi anak yang masih suka mengompol? Kebiasaan mengompol pada anak bukanlah hal yang mudah. Diperlukan peran yang kuat dari orang tua dan anak itu sendiri. “Untuk mengatasi anak agar tidak mengompol perlu dilakukan toilet training,” kata Sani.
Toilet training adalah cara anak untuk mengontrol kebiasaan buang air kecil. Proses ini membutuhkan waktu, pengertian, dan kesabaran. Yang paling penting diingat adalah orang tua tidak bisa mengharapkan dengan cepat si anak langsung bisa menggunakan toilet. “Tetapi, pada usia lima tahun, training ini harus sudah berhasil dilakukan,” ucap Sani.
Kalau tidak berhasil, anak akan alami gangguan psikologis. Anak menjadi tidak percaya diri menyusul celana basahnya. “Itu sebabnya kemampuan berkemih di toilet dianggap sebagai pencapaian besar bagi anak,” ujar Sani.
Toilet training:
1. Sebelum tidur ajak anak buang air kecil terlebih dahulu
2. Bangunkan anak setelah tidur pada malam hari untuk buang air kecil. Jika jam tidur anak delapan jam, bangunkan anak 4 jam setelah tidur
3. Kurangi minum soda. Soda mengandung bahan perangsang metabolisme yang memicu anak berkemih.
4. Perbanyak minum air putih
5. Berikan konsekuensi pada anak yang suka mengompol. Ajak anak mencuci bekas ompol, angkat seprai, dan celana bekas ompol. Harus ada kesadaran bahwa ada konsekuensi kalau anak mengompol.
6. Gunakan alarm anti mengompol. Misalnya, pada jam tertentu ajarkan anak buang air di kamar mandi. Untuk anak yang agak besar akan mengerti, tetapi untuk anak yang kecil tentu sangat menantang. Mereka harus selalu diingatkan.
7. Orang tua harus mau capai mengingatkan anaknya untuk buang air kecil di kamar mandi setiap satu jam atau satu jam setengah pada siang hari. Pada malam hari, orang tua harus rajin bangun untuk mengingatkan anak buang air kecil. Ini akan membuat anak tidak malas buang air kecil.
8. Orang tua juga harus peka, pantau anak yang sudah mulai gelisah ketika hendak buang air kecil. Saat itu segera bawa anak ke kamar mandi.
9. Harus ada kerja sama dan bagi tugas antara suami dan istri.
10. Jangan berikan popok yang seakan membiarkan anak buang air kecil di kasur atau di celana.

Beberapa Trik Menenangkan Bayi yang Rewel

Bayi menangis bukanlah hal yang aneh. Sering kali jika lapar atau merasa tidak nyaman, bayi akan menyampaikan “protesnya” dengan menangis.

Tapi bagi para mama baru, bayi menangis terkadang membuat panik. Apalagi ketika bayi terus menangis walau perutnya sudah kenyang. Apa yang harus dilakukan?

Beberapa hal di bawah ini disarankan para dokter anak di seluruh dunia untuk mengatasi bayi yang menangis terus-menerus.

1. Gendong goyang: Gendong bayi Anda lalu goyangkan lengan Anda dengan halus. Goyangan itu akan membuat bayi lebih tenang.

2. Gendong ayun: Bayi juga akan merasa nyaman jika Anda menggendongnya kemudian mengayunkan tangan dengan halus layaknya ayunan.
                                                                                                                                                 
3. Getaran: Banyak tempat tidur dan tempat duduk bayi yang dilengkapi dengan fitur getaran, yang juga bisa membuat bayi lebih aman dan nyaman.

4. Bedong: Saat dindalam rahim, bayi terbiasa di tempat sempit dan hangat. Terkadang membedongnya dengan selimut akan membuatnya kembali tenang karena merasa aman layaknya di dalam rahim.

5. Teknik skin to skin: Kehangatan adalah salah satu yang membuat bayi tenang. Cobalah buka blouse Anda, juga baju si bayi. Baringkan ia di dada Anda. Biarkan ia merasakan kehangatan dari tubuh, serta mendengar detak jantung. Hal itu akan membuatnya tenang. Teknik ini juga telah dipakai para dokter untuk menghangatkan suhu bayi yang baru lahir, terutama bayi-bayi yang prematur.

6. Pelukan ayah: Pelukan hangat dari tangan ayah yang besar juga bisa membuat bayi merasa aman. Coba sesekali biarkan suami Anda yang menenangkan si kecil.

Jika langkah-langkah di atas tak juga membuat bayi Anda berhenti menangis, lekaslah hubungi dokter anak. Selamat mencoba!

Tidur Pulas dan Nyenyak Seperti Bayi, Ini Dia Rahasianya



Nikmatnya tidur (ilustrasi) 
REPUBLIKA.CO.ID, Agar tubuh selalu segar dan tidak lelah di siang hari saat kerja, Anda membutuhkan setidaknya 7,5 jam tidur. Jam tidur yang cukup juga akan menghindarkan kita dari berbagai masalah kesehatan seperti kenaikan berat badan dan resistensi insulin. Namun, untuk mendapatkan tidur yang berkualitas ternyata tidak mudah. Tenang, ada jurusnya kok. Simak saja kiat berikut:
Berendam
Jika memungkinkan, sebelum tidur cobalah berendam dengan air hangat dengan menggunakan cairan khusus beraromaterapi. Aroma chamomile sangat menenangkan.
Istirahatkan mata
Bila dianggap cukup membantu, cobalah penutup mata khusus saat tidur. Ini akan membantu Anda segera tidur lelap saat berada dalam pesawat atau ketika harus tidur di kamar hotel.
Jangan kaget gara-gara alarm
Jika ingin bangun tepat waktu tapi malas dengan suara alarm yang mengejutkan, pilihlah suara-suara alarm yang menenangkan. Pilihan alarm dengan suara burung tampaknya bisa menjadi alternatif yang menyenangkan.
Baca buku
Cobalah membaca buku menjelang tidur. Jangan buku yang seram dan menegangkan urat saraf. Pilihlah buku yang berisi alur cerita menenangkan dan menyenangkan untuk dibawa bermimpi.
Alami
Jauhi segala pil tidur. Lebih baik pilih segelas susu hangat dan madu. Para pakar yakin minuman seperti ini punya efek plasebo yang bisa membantu tidur. Minumlah dengan perlahan dan rileks.
Meringkuk
Bosan bolak-balik di atas tempat tidur. Coba meringkuk di atas kursi yang lebar dan berselimut tebal seraya membaca buku hingga kantuk datang. Biasanya, cara seperti ini efektif untuk membuat kita cepat tertidur.

Agar Anak Tak Mudah Sakit


Agar Anak Tak Mudah Sakit
Ghiboo.com - Anak usia di bawah 13 tahun memang menjadi langganan terkena berbagai penyakit, seperti diare, demam, hingga flu. Sayangnya, para ibu menganggap hal ini wajar.

Menurut dr. Herbowo Soetomenggolo, SpA, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina menjelaskan bahwa seringnya anak sakit bisa disebabkan oleh 3 hal, yaitu anaknya sendiri, kumannya hingga lingkungannya.

Berikut ini beberapa tips agar anak tidak mudah tertular penyakit.
1. Gizi

Gizi tak hanya berpengaruh pada masalah berat badan. Gizi baik tentu saja akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Selain itu, imunisasi sejak kecil juga terbukti efektif mencegah penyakit-penyakit yang menyerang anak.
2. Perilaku

Anak harus diajarkan untuk menjaga kebersihan pribadi sejak dini. Contoh, anak sedang sakit harus menggunakan masker demi mencegah penyebaran virus melalui udara, membiasakan mencuci tangan pakai sabun dan tidak jajan sembarang agar dapat mencegah diare, hingga main ke mana-mana memakai sepatu untuk mencegah cacingan.

"Anak dalam tahap belajar dan kita sebagai orangtua harus memberikan contoh dan mengajarkan anak untuk menjaga kebersihannya. Sayangnya, masih banyak orangtua kurang peduli terhadap masalah ini," ungkapnya.
3. Lingkungan

Penularan kuman dan bakteri lebih banyak terjadi di lingkungan keluarga dan setelahnya di sekolah. Sehingga, kita harus membatasi perkembangan kuman. Menurut dr. Bowo, kuman sebagian besar bisa mati hanya karena terkena paparan sinar matahari, namun polusi atau asap memperparahnya.

"Banyak orangtua yang merokok di dalam rumah, sehingga kumannya hidup terus di dalam rumah. Jadi, kalau anak sudah diajarkan untuk sehat maka lingkungannya juga harus dijaga agar tetap sehat," tegasnya.

Penyakit IPD Pembunuh Mematikan Bagi Balita


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Walaupun telah diberikan antibiotik yang sesuai, penyakit Invasive Pneumococcal Disease (IPD) atau penyakit yang disebabkan oleh bakteri streptococcus pneumonia (pneumokokus), masih  menjadi pembunuh nomor dua di Indonesia setelah diare.
"Penyakit IPD menyebabkan angka kematian yang tinggi, sebesar 15-20 persen.  Kasus tertinggi IPD terjadi pada anak-anak di bawah 2 tahun," ungkap Kusnandi Rusmil, Ketua Unit Koordinasi Kerja bidang Tumbuh Kembang IDAI dalam seminar Cegah Penyakit Berbahaya: IPD dan Diare Rotavirus pada Anak yang diselenggarakan di Bandung, Sabtu (16/7/2011).
Kusnandi mengungkapkan berdasarkan Riskedas 2007, pneumonia merupakan penyebab kematian nomor dua pada anak di bawah empat tahun, tertinggi yaitu 23,8 persen, setelah diare. IPD adalah penyakit invasif terjadi ketika bakteri terdistribusi masuk ke dalam darah atau berkoloni pada jaringan steril.
Peradangan pada jaringan paru akibat infeksi kuman, dan menyebabkan gangguan pernapasan. Bersifat fatal karena dapat menyebabkan kematian karena paru-paru tidak dapat menjalankan fungsinya untuk mendapatkan oksigen bagi tubuh.
"Sementara meningitis adalah radang pada selaput pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang,disebut sebagai meningen. Peradangan ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau mikroorganisme lainnya. Meningitis bisa mengancam jiwa karena kedekatannya peradangan ke otak dan sumsum tulang belakang, sehingga kondisi ini diklasifikasikan sebagai darurat medis.
"Gejala meningitis disebabkan bakteri adalah demam,penurunan kesadaran, dan kuduk menjadi kaku. Pada bayi, gejalanya sering tidak khas berupa demam, suhu justru turun, lemas, sulit minum, muntah, diare, sesak napas, kejang, dan atau ubun-ubun besar menonjol. Pada anak lebih besar, anak mengalami demam, nyeri kepala, mual, muntah, kebingungan, dan lemah. Gejala kaku kuduk ditemukan pada 75 persen anak. Akhirnya anak dapat meninggal," ungkapnya.     
Kematian terjadi pada 10-80 persen  anak, tergantung umur anak, penyebab, kecepatan pengobatan dan lain-lain. Di antara kasus yang hidup, sebanyak 50-80 persen mengalami kecacatan berupa kelumpuhan, gangguan pendengaran, kurang kemampuan belajar, keterbelakangan mental dan epilepsi
Meningitis dapat diobati dengan pemberian antibiotika secepatnya. Namun pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Meningitis dapat dicegah dengan vaksin Hib dan Streptococcus pneumonia.
"Untuk mendapat perlindungan yang baik, sesuai rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) vaksin harus dimulai sedini mungkin sejak anak berumur 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Kemudian dilakukan ulangan satu tahun kemudian.  Pencegahan terhadap meningitis dapat menurunkan angka kematian pada bayi dengan signifikan," imbuhnya.

5 Alasan Stop Pantau Facebook di Tempat Kerja


Liputan6.com, Jakarta : Dalam sehari, berapa kali Anda memeriksa Facebook  Dan apa motivasi Anda untuk melakukannya Apakah Anda bosan Anda rasa waktu Anda tidak pernah cukup untuk memantau Facebook
Jika Anda butuh waktu lama untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut kami berikan beberapa hal yang perlu Anda pikirkan, untuk tak lagi pantau Facebook berlebihan di tempat kerja, apalagi saat jam kerja, seperti dikutip dari inc.com, Senin (18/2/2013).
1. Facebook itu candu
Anda sering langsung login ke Facebook begitu bertemu layar monitor
Para peneliti dari University of Gothenburg, Swedia, menemukan bahwa 70 pekerja kantoran loginke Facebook sesaat setelah mereka menyalakan komputer, dan hal tersebut berpotensi besar berupah jadi candu.
Menurut laporan tersebut, wanita umumnya lebih aktif dibanding pria di Facebook. Rata-rata wanita menghabiskan 81 menit per hari mengakses Facebook. Sedangkan laki-laki hanya menghabiskan 64 menit per hari.
Pengguna berpendapatan rendah dan berpendidikan rendah menggunakan Facebook lebih sering dari kelompok lain. Kelompok yang lebih sering mengakses Facebook ini juga melaporkan kehidupan mereka kurang puas dan kurang bahagia.
2. Facebook itu membuat depresi dan kurang produktif
Penelitian lain yang dilakukan oleh  Humbolt University dan Technical University Darmstadt, Jerman, menunjukkan melihat foto-foto orang liburan, membaca status cinta-cintaan, dan kesuksesan orang di pekerjaan mereka, membuat orang cemburu, sengsara, dan merasa kesepian.
"Para peneliti menemukan bahwa satu dari tiga orang merasa lebih buruk juga lebih tidak puas akan kehidupan mereka setelah mengunjungi Facebook, sementara orang-orang yang dilihat terkena dampak lebih besar," laporan The Chicago Tribune.
Para peneliti mengatakan foto-foto liburan memupuk kebencian paling besar, sama halnya dengan interaksi sosial, di mana banyak orang yang mengucapkan selamat ulang tahun, menyukai, atau memberikan komentar.
3. Facebook itu bikin Anda banyak ngemil
Jika Anda sedang berjuang mati-matian diet ketat, mungkin cara terbaik adalah kurangi porsi akses Facebook.
Sebuah studi (PDF) yang dilakukan oleh Andrew Stephen dari University of Pittsburgh, dan Keith Wilcox dari Columbia University, NewYork, menemukan orang yang menggunakan Facebook untuk berinteraksi dengan teman-teman dekat dan keluarga benar-benar jadi lebih buncit dari sebelumnya.
Masalahnya, Facebook membuat Anda lupa diri untuk mengontrol makanan sehat yang masuk, dibanding mereka yang tidak berselancar Facebook.
4. Facebook itu mata-mata
Hati-hati! Facebook dapat digunakan untuk memata-matai Anda. Jika Anda adalah orang yang peduli akan privasi, ini jadi satu alasan buat Anda untuk lepas diri dari Facebook, sama sekali, bahkan semua media sosial.
The Guardian melaporkan Raytheon membuat Rapid Information Overlay Technology System, dapat digunakan untuk membobol data di media sosial bahkan metadata foto-foto Anda. Sistem ini dapat mencari tahu di mana Anda pergi, seperti apa bentuk Anda sebenarnya, dengan siapa dan bagaimana Anda berhubungan, dan bahkan memprediksi perilaku masa depan.
Dalam laporan The Guardian, disebut Raytheon belum menjual software, tapi ia mengaku sudah mengembangkan teknologi ini bersama pemerintah AS sebagai bagian dari penelitian dan pengembangan bersama sejak 2010, untuk membangun keamanan sistem nasional dan triliunan entitas maya.
5. Facebook jadi alasan Anda menunda pekerjaan
Berikan beberapa orang tugas besar, dan tebak di mana Anda bisa temukan mereka Yup, memeriksa Facebook, Twitter, belanja online, dan sejenisnya. Anda tahu mereka mengerjakannya dengan bahagia dan berhasil. Tapi Anda tidak tahu jika pekerjaan itu bisa lebih cepat rampung tanpa mampir dulu ke Facebook.

Selasa, 02 April 2013


MANY MILES AWAY FROM ANFIELD ACROSS FEW OCEANS FROM THE 'POOL RIGHT IN THE HEART OF SOUTH EAST ASIA WE KNOW THE KOP WILL ALWAYS RULE ALL 'ROUND THE FIELDS OF INDONESIA WE STAND TOGETHER, BIG AND PROUD AND WITH THE LIVERBIRD UPON OUR CHESTS WE LOVE TO SING, WE LOVE TO SHOUT

BIG REDS, BI G REDS THE ONE FO R YOU AND ME WE'RE MORE THAN JUST SUPPORTERS WE ARE ONE FAMILY BIG REDS, BI G REDS WE KNEW IT'S MEANT TO BE A MATCH MA DE IN HEAVE N IT'S US AND L.F.C.

THROUGH THE WIND AND THROUGH THE RAIN THROUGH THE LONG AND WINDING ROAD THROUGH ALL THE DRAMAS AND THE PAIN WE'LL NEVER LET THEM WALK ALONE

SOMETHING IN THE WAY THEY PASS AND MOVE TO THE KOP'S LOUD BATTLE CRY AND SWAYING TO THE GREAT LIVERPOOL GROOVE TOWARDS THE GLORIOUS GOLDEN SKY